• MA NASY'ATUL MUTA'ALLIMIN
  • Gapura Timur Gapura Sumenep Madura

Mengukuhkan Spiritualitas Dalam Dunia kependidikan

 

Tulisan ini hanya catatan ketika saya mengikuti Silaturrahmi Guru dan Ngaji Pendidikan yang diadakan oleh Madrasah Aliyah Nasy’atul Muta’allimin Gapura pada tanggal 13 Desember 2020 yang ditempatkan di Aula MA lantai dua Nasy’atul Muta’llimin Gapura yang mengundang Kiai Mushthafa MA dari Annuqayah Guluk-Guluk.   

Madrasah Aliyah mengundang Kiai Mushthafa dalam rangka permulaan awal semester genap, agar semangat guru kembali bergairah, ngecas, kata kepala Madrasah. Artinya kegiatan ini diadakan untuk ngecas guru-guru MA yang sudah satu semester mengajar, mungkin kalau diibaratkan HP baterainya mulai lemah, kata kepala Madrasah saat sambutan.

Kiai Musthafa memulai materinya dengan menyampaikan rasa bahagia karena bisa hadir di Madrasah Aliyah untuk bersama-sama belajar atau bahasa Kiai sendiri adalah curhat tentang kependidikan.

Kegiatan ini sebenarnya kegelisahan Kiai Mushthafa juga bagaimana merefleksikan peran guru, menyengarkan tugas guru untuk melayani generasi masa depan, salah satu caranya adalah dengan I’tikaf di tengah kesibukan sebagai guru, yaitu berdiam diri. Berdiam diri hal ini kalau guru pesantren yaitu menumbuhkan spiritualitas guru. Sedangnya cara yang kedua yaitu dengan menanamkan spiritualitas guru.

Spiritualitas guru, kata Kiai Mushthafa merupakan masalah utama yang penting di segarkan. Spiritualitas berasal dari bahasa latin spirtus yang berarti nyawa, roh, atau sesuatu yang menjadi roh, sesuatu yang menjadi spirit dari tubuh dan jiwa sebab hanya manusia yang memiliki roh, karena kalau mesin tidak punya rohani. Oleh karenanya Spiritualitaslah yang menghidupkan, memberikan kehidupan, dan memberikan nilai tambah dalam menemani dan melayani peserta didik.

Spiritualitas dalam agama yaitu satu unsur yang sangat penting dalam diri manusia, sebab bagian unsur yang mewakili ketuhanan, lahud (unsur ketuhanan) dan nasut, artinya ada yang bercampur dengan kemanusiaan (material). Kiai moncontohkan sekolah yang ada di Texas Amerika God tri akademi, yang ditafsirkan (Q.S Ibrahim, 24), dengan syajaratun Thayyibah, pohon yang baik, gambaran tentang pohon sesuau yang ideal, Kiai mengutip Ar Razi, pohon yang sempurna. Akarnya menghunjam ke akar bumi, sementara cabang menjulang ke langit dan buah-buahanya aman dari kotoran tanah dan bumi. Oleh karenanya spiritualitas itu merupakan keimanan yang kuat, yang menjadi fondasi dalam kehidupan, dari sinilah kemudian yang akan menjadi mamfaat kepada arang lain.

Bentuk konkret dari spiritualitas guru adalah tradisi atau nilai pesantren dan nilai lokal. Guru yang memiliki kekuatan spiritualitas yang kuat, harus mampu menumbuhkan bahwa menjadi guru merupakan sebuah panggilan hidup, panggilan agama, panggilan Allah, dan panggilan Nabi, artinya gurulah yang menjadi fasilitator keilmuan kepada Nabi Muhammad SAW yang meneruskan perjuangan Nabi Muhammad, dan mampu melayani generasi masa depan, dan menjadi pelayan ummat.

Guru melayani masa depan, melayani ilmu, demi kejayaan Islam, guru harus esto dha’ ka siswa/i, melihat siswa dengan rahmah, sebab guru dan siswa memiliki tantangangan yang luar biasa. Maka bagaimana cara menumbuhkan spiritualitas guru yaitu dengan meneladani tokoh-tokoh agama, nyabis ka tokoh agama, ke kiai-kiai yang ikhlas yang patut ditiru spiritnya, akhir-akhir ini kendala guru sendiri kurangnya refleksi, kurangnya ruang untuk berbicara bersama, bahkan jarang berdoa, tidak ada waktu hening (shalat tahajjud), maka penting berhenti sejenak untuk berpikir, yaitu apa yang menjadi masalah ketika guru kalau mencontoh Nabi Muhammad SAW ketika di angkat menjadi Rasul, hal pertama dilakukan adalah bertapa di goa hiro, di sini momen reflektif, tahannus, menepi dan mengambil jarak dari keburukan. Sementara kita hidup di zaman internet yang memiliki dampak terhadap cara berpikir, di sisi yang lain juga cara berpikirnya banyak yang berubah, bahkan internet akan membuat kecanduan yang kemudian kita terkunci, misalnya unsur kejutan di internet yang dipertahankan oleh berbagai aplikasi, dalam siatuasi seperti ini untuk mendidik adalah otonomisme, dan visi santri harus dipertahankan dan  diperkuat untuk menjaga masa yang akan datang. Oleh karenanya guru harus terus berinovasi, artinya bagaimana tuntutan spiritualitas guru ini sebuah panggilan yang kontekstual dengan zaman, serta menciptakan guru professional ala pesantren.

Professional ala pesantren kata Kiai Mushthafa yaitu dengan sungguh-sungguh dalam mengajar, santai yang menumbuhkan kesungguhan. Sebab hal itu bagian dari Ahlak adalah kretek ate, haihat (sikap batin), sesuatu yang tertanam dalam hati.

Akhirnya dengan demikian, untuk mengukuhkan spiritualitas guru yang pertama adalah Cerita para sesepuh dari tokoh sepuh, kedua Ziarah ketiga Membaca tantangan masa kini (kontekstualisasi) dan keempat Ngecas dengan membaca sejarah Nabi, dan para sahabat juga para ulama.

 

Contributor: matroni  

 

Komentar

Hacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGansHacked by ./AsnanGans